niasmeiman


ALKITAB ADALAH PERKATAAN ALLAH
Desember 2, 2011, 2:59 pm
Filed under: Uncategorized

 

BAB I

PENDAHULUAN

Penyataan diri Allah didalam Alkitab,disana kita belajar  tentang Yesus Kristus dan bertemu denganNya, penulis menjelaskan bahwa Alkitab adalah salah satu pegangan kita sebagai umat kristiani.oleh sebab itu Alkitab disebut  bentuk  yang nyata. Tuhan Allah yang memanggil manusia supaya mengabdi kepadaNya. Tugas ini bukan tugas yang mudah  tetapi kita harus berpikir yang lebih jelas tentang Alkitab itu benar perkataan Allah atau bukan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

ALKITAB SEBAGAI FIRMAN ALLAH YANG TERTULIS

            Salah satu keyakinan untuk menyatakan keyakinan bahwa Allah sendirilah yang berbicara dalam Alkitab, adalah dengan menyebut Alkitab sebagai  “Firman Allah” konsep ini terdapat dalam Alkitab sendiri. Perjanjian lama berbicara  tentang firman Allah yang kreatif ( Kej 1:11,Maz 33:6), hikmat Allah yang dianggap  berpribadi  (Ams 8) yang adalah  wahanan aktivitas Allah  (Yes 55:11), Yesus memyebut perjanjian lama sebagai “ Firman Allah”  (Mark 7:13, Yoh 10:35) dan para rasul berbuat demikian pula ( misalnya Kis 6:4, Rm 9:6 Ibr 4:12 Istilah Firman juga dipakai untuk Yesus sendiri ( Yoh 1:1,14; 1 Yoh 1:1; Wah 19:13).

Dalam kebudayaan yunani  klasik, kata logos (firman) diartikan sebagai prinsip rasional yang mempersatukan semesta alam . pada dasarnya logos menyampaikan pikiran tentang karya Allah untuk menyatakan diri orang Kristen menggunakan istilah ini untuk keseluruhan Alkitab, karena ingin mengikuti sikap Yesus terhadap perjanjian lama.

  1. Allah sendiri menyapa manusia melalui Alkitab

Banyak orang Kristen mengakui Alkitab sebagai firman Allah, terutama karena Allah sendiri berbicara kepada mereka melalui Alkitab itu. Ia berbicara dengan kata-kata Alkitab sedemikian rupa sehingga tiap keraguan mengenai asal. Sifat serta wewenang ilahinya hilang sama sekali. Akhirnya,hanya Allah yang dapat menjadi saksi yang memadai bagi diriNya sendiri. Segala kesaksian lain, seperti bukti sejarah ataupun kesimpulan filsafat hanya mempunyai nilai sekunder.

  1. Penyataan dalam bentuk kata-kata

Penegasan bahwa Allah telah berbicara melalui kta-kata dalam Alkitab  adalah sesuai dengan perkiraan Kristen akan adanya Allah yang tidak diciptakan,yang berpribadi. Ia sanggup sepenuhnya untuk berkomunikasi dengan makhluk milik-Nya yang rasional dan yang dapat berbicara, pada tingkap daya tangkap mereka sendiri, yaitu dengan bahasa.

 

  1. Kata-kata dan ajaran Yesus

Yesus jelas yakin bahwa kata-kataNya bekuasa dan berwewenang secara unik ( Yoh 6:63 15) kata-kataNya  tidak akan berlalu ( Mrk 13:31) dan harus didengar dan ditaati (Mat 5:21-22; 7:24; Yoh 8:31-32). Para rasul mengakui kuasa ilahi kata-kata Yesus (( Kis 20:35; 1 Kor 7:10; 11:23-24) 1 Timotius 5:18 sangat berarte dalam hubungan  ini karena  menggabungkan ayat dalam perjanjian lama ( Ul 25:4) dengan ayat dari  ajaran Yesus ( Luk 10:7), sebagian kitab suci yang berwenang dua ayat itu dianggap mempunyai kuasa  ilahi yang sama dan masing-masing mengungkapkan pikiran dan kehendak Allah. Penghormatan para rasul terhadap kata-kata Yesus juga ditunjukkan dengan adanya empat kitab injil.[1]

  1. Alkitab

Dengan  tegas menyatakan, bahwa tiada jalan dari pihak manusia kepada Tuhan Allah. Dari Alkitab kita dapat mengetahui bahwa mula-mula bukan Israel yang mencari Tuhan Allah, melainkan sebaliknya, Tuhan Allahlah yang mencari bangsa Israel dan yang memperkenalkan atau menyatakan diriNya kepada Israel.

Didalam Alkitab terdapat urutan-urutan atau gagasan  sebagai berikut :

  1. Didalam diri Tuhan Yesus Kristus Tuhan Allah telah berfirman kepada manuisia. Atau telah memperkenalkan diriNya kepada manusia  sebgai yang memberikan  hidup kekal. Barangsiapa yang percaya kepada Firman itu ia akan memilki hidup yang kekal.
  2. Yohanes telah menyaksikan dengan matanya sendiri bagaimana Kristus mengusahakan kselamatan itu. Ia percaya, bahwa didalam diri Kristus itu Tuhan Allah berfirman.
  1. Sifat-sifat Alkitab
  1. Alkitab adalah berkuasa atau berwibawa

Gereja mengakui sama dengan gereja-gereja reformasi,bahwa Alkitab berkuasa atau berwibawa. Bahwa kuasa atau wibawa itu sedemikian rupa, hingga Alkitab tidak dapat salah. Sekalipun demikian ada juga perbedaannya dengan pandangan reformasi sebab gereja mengatakan bahwa:

  1. Kita meneriman Alkitab dari tangan gereja sehingga kuasa atau wibawa Alkitab itu tidak dapat dilepaskan dari kuasa atau wibawa gereja.
  2. Gereja lebih tua daripada Alkitab, sebab sebelum kanon ditetapkan dengan gereja telah ada. Maka tidak mungkin begitu saja tergantung daripada Alkitab.
  3. Gereja yang menetapkan batas-batas kanon Alkitab.  Maka pengakuan Alkitab sebagai Firman Tuhan itu didasarkan atas dasar kuasa atau wibawa gereja.
  1. Alkitab adalah cukup

Konsili di trente ( 1546-1563) memutuskan bahwa kenenaran dan jaran Kristus sebagian termuta didalam kita-kitab yang tertulis, dan sebagian termuat di tradisi yang tidak tertulis,  yang telah diucapkan oleh Kristus sendiri dan telah diterima oleh para rasul dan yang sejak zaman para rasul, oleh karenan pengilhaman Roh kudus, dietruskan dari tangan ke tangan kepada kita.

  1. Alkitab adalah jelas

Gereja mengakui bahwa Allahlah yang menjadi penulis Alkita. Dan gereja-gereja reformasi berpendapat bahwa Alkitab adalah jelas memang banyak hal yang tidak terang,akan tetapi jalan keselamatan jelas digambarkan, sehingga Alkitab terbuka bagi tiap orang yang pandai maupun yang bodoh, yang terpelajar maupun yang tidak terpelajar Firman Tuhan menjadi pelita bagi kakiku  kita dan terang bagi jalan kita ( Maz 119:105,.130).[2]

 

 

 

BAB III

APAKAH ALKITAB ITU FIRMAN ALLAH ?

Menurut pandangan teologi yang baru,Alkitab persis sama dengan Firman Allah,akan tetapi Alkitab menyaksikan Firman Allah. Kesaksian dan yang disaksikan itu tidak dapat dipisahkan ,itu harus dibedakan satu sama lain. Nats-nats Alkitab sendiri bukanlah “suara” Allah. Melainkan hanya bagaikan selaput suara yang dipakai oleh-Nya. Hanya berdasarkan nafas Allah selaput yang digetarkan, tanpa Allah selaput itu tidak lebih daripada kulit.

Firman Allah tidak hanya digemakan di dalam Alkitab melainkan juga di luar Alkitab. Arti Firman Allah lebih luas daripada isi Alkitab. Seringkali dibedakan tiga bentuk Firman Allah: Yesus Kristus Alkitab dan khotbah. Firman Allah didalam bentuk pertama  dan ketiga hanya dapat diketahui dan didasarkan pada bentuk yang kedua.

Menurut K.Bart, Alkitab dan Firman Allah dapat didentikkan hanya dibawa kondisi tertentu. Kalau yang dimaksudkan adalah pengakuan iman, maka tesis tentang “inspirasi Verbal” dapat dipegang teguh. Tetapi kalau pengilhaman Alkitab diartikan secara historis  dan diobjektifkan makan Bart menolaknya sebagai bidat,bagi Bart dalil “Alkitab adalah Firman Allah” tidak dapat diputarbalikkan menjadi pernyataan. Firman Allah Alkitab, sesuai dengan tritunggal Allah, Bart membedakan dengan tiga bentuk Firman Allah :

  1. Firman Allah yang dinyatakan.
  2. Firman Allah yang tertulis .
  3. Firman Allah yang disaksikan.[3]
  1. Ilham Alkitab

Bagaimana kita ketahui bahwa Alkitab adalah Firman Allah? Roh kudus mengokokhkan Alkitab adalah Firman Allah , menyebabkan kita menerima pesannya  dan membuktikan kekuasaannya dalam hidup kita , ( kepada  bukti-bukti dalam ini dapat ditambah  bayak bukti luar yang memberikan dukungan kepada pengokohan oleh Roh kudus itu.

Ada berapa hal yang perlu kita ketahui tentang Alkitab sebagai berikut :

  • Alkitab diakuilah sesuai sebenarnya , yaitu perkataan Allah dan bukan perkataan manusia (1 Tes 2:13).
  • Banyak bidang ilmu pengetahuan modern mensahikan kebenaran Alkitab . kesaksian-kesaksian yang diberikan oleh ilmu mengenai terjadinya alam semesta, kesaksian geologi semuanya kokohnya bahwa Alkitab adalah Firman Allah.
  • Yang terpenting  dari semua bukti luar itu ialah kesaksian Kristus  yang berulang-ulang   tentang PL sebagai Firma Allah ( Mat 5:18. Mrk 12:36).
  • Hal yang menyatakan  secara hakiki bahwa Alkitab adalah Firman Allah bukanlah bukti-bukti dari luar ini tapi dari Roh Kudus.
  • Alkitab menyatakan diri sebagai penyataan dari Allah yang tak kelihatan ( 2 Tim 3:16).[4]

Timbul lagi pertanyaan sama kita  bagaimana kita tahu bahwa Alkitab Berasal dari Allah? Penulis mencoba akan menjawab kita tahu bahwa Alkitab  berasal dari Allah karena satu alasan yang sangat sederhana . Yesus memberitahu kita demikian, pada otoritas-Nya sebagai aras alam semesta ini , kita merasa  yakin bahwa Alkitab adalah Firman Allah,Ia meneguhkan otoritas PL dalam ajaran-Nya ,dan Ia menjanjikan PB  yang penuh kuasa melalui murid-murid-Nya. Anak Allah sendiri menjamin kita bahwa Alkitab adalah Firman Allah.

 

 

 

 

  1. Berdasarkan wibawa apakah kita mempercaya Alkitab?
  • Alkitab sendiri menegaskan dirinya sebagai Firman Allah. Segala tulisan yang diilhamkan oleh Allah memang bermanfaat untuk mengajar , untuk menyatakan kesalahan , untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebanaran.
  • Yesus dan para rasul mengakui keasliannya ,dengan berulang kali mengutipnya dalam tulisan-tulisan dan pelayanan-pelayanan mereka, Misalnya ( Mat 5:18).
  • Gereja segala zaman telah mengakui dan menggunakan Alkitab sebagai tulisan yang diilhami Allah yang menyatakan diri dan kehendak-Nya kepada kita.
  • Sejarah Arkelogi bersama mengokohkan ketetapan Alkitab.[5]
  1. Alkitab berisi kebenaran-kebenaran tentang kasih Allah

Penting bagi umat beriman untuk mengetahui bahwa salah satu dasar penggunaan Alkitab adalah bahwa Alkitab yang dipercaya  sebagai kitab kudus Kristen berisi kebenaran-kebenaran tentang kasih Allah. Tidak ada suatu buku selain Alkitab yang menjelaskan begitu kaya dan begitu dalam kasih Allah kepada manusia. Didalam pemahaman Alkitab berisi kebenaran-kebenaran tentang kasih Allah, maka umat beriman yang menggunakan Alkitab menjadi sarana untuk mengalami kasih Allah yang sama dengan mengahayatinya dalam hidupnya.

  1. Melalui Alkitab orang percaya mampu mendengar Tuhan

Hal yang juga dapat dikemukakan sebagai dasar penggunaan Alkitab adalah pemahaman bahwa melalui Alkitab orang-orang percaya mampu mendengar Tuhan.

  1. Alkitab adalah kesaksian orang percaya

Alkitab adalah sebuah buku atau kitab.pemahaman ini juga menjelaskan bahwa Alkitab itu lahir karenan perenungan manusia berdasrkan pengalaman yang konkrit tentang kasih Allah dan pemeliharaan-Nya.

  1. Alkitab adalah sarana komunikasi antara Allah dan manusia

Melalui ,Alkitab Allah berbicara kepada manusia, dan pada pihak lain manusia menjawab sapaan Allah didalam kehidupannya yang nyata. Melalui Alkitab,Allah membuat diri-Nya teralami oleh manusia dalam komunikasi yang di alami secara pribadi maupun sebagai persekutuan dalam kehidupan sehari-hari..

  1. Alkitab berisi kabar baik baik bagi manusia

Alkitablah juga yang memberitahukan kepada kita bahwa manusia adalah hamba Tuhan,bukan budak belian, alkitab yang berisi kabar baik menjadi dasar penggunaan Alkitab yang meneteramkan..[6]

BAB IV

KESIMPULAN

Penulis mengambil suatu kesimpulan  bahwa Alkitab benar-benar seratus persen Firman Allah,dan kitab-kitab perjanjian lama dan perjanjian baru yang dituliskan dengan ilham Allah,memuat segala sesuatu yang harus kita percaya dan lakukan sehingga jiwa kita diselamatkan dan berbakti kepada Allah,Alkitab penting untuk mengisi hidup dan iman kita kepada Tuhan Yesus.dan Alkitab tidak pernah berubah karena Alkitab berasal dari Allah tanpa Firman Allah,tidak ada jaminan bahwa seseorang  bisa sampai pada kesimpulan atau tujuan hidup.

 

 

 

 

 

Daftar Isi

Bruce Milne, Mengenali Kebenaran,PT  BPK Gunung Mulia,Kwitang 22-23 Jakarta,Cet 1,1993,hal 46

Charles G.Ward,Buku Pegangan Pelayanan,persekutuan Pembaca Alkitab,cet 5 maret 1986,cet dua 29 maret 1988.hal 22.

Weinata Sairin,J.S.Aritonang,R.Z.Leirissa.Daud Soesilo,Katoppo.Persebaran  Firman di Sepanjang Zaman.Lembaga Alkitab Indonesia,PT.BPK Gunung MUlia.Jakarta Cet 1 tahun 1994.hal  98

M.H.. Simanungkalit.Alkitab Menjawab Pertanyaan Tentang  Iman Kristen,Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF. Cempaka Putih Jakarta cet ke4 1995,hal 16,

Theol.Dieter Becker.Pedoman Dogmatika,PT BPK Gunung Mulia,tahun 1996,cet 1,hal  46.

Harun Hadiwijono,Iman Kristen,PT BPK Gunung Mulia,cet ke 16.hal 37-70.

Norma Geisler,Ron Brookks,Ketika Alkitab dipertanyakan,buku dan majalah Rohani Jogyakarta  2004


[1] Bruce Milne, Mengenali Kebenaran,PT  BPK Gunung Mulia,Kwitang 22-23 Jakarta,Cet 1,1993,hal 46

[2][2] Harun Hadiwijono,Iman Kristen,PT BPK Gunung Mulia,cet ke 16.hal 37-70.

[3] Theol.Dieter Becker.Pedoman Dogmatika,PT BPK Gunung Mulia,tahun 1996,cet 1,hal  46.

[4] M.H.. Simanungkalit.Alkitab Menjawab Pertanyaan Tentang  Iman Kristen,Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF. Cempaka Putih Jakarta cet ke4 1995,hal 16

[5] Charles G.Ward,Buku Pegangan Pelayanan,persekutuan Pembaca Alkitab,cet 5 maret 1986,cet dua 29 maret 1988.hal 22.

[6] Weinata Sairin,J.S.Aritonang,R.Z.Leirissa.Daud Soesilo,Katoppo.Persebaran  Firman di Sepanjang Zaman.Lembaga Alkitab Indonesia,PT.BPK Gunung MUlia.Jakarta Cet 1 tahun 1994.hal  98.


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: