niasmeiman


Orang Yang Baik
Desember 2, 2011, 6:38 am
Filed under: Uncategorized

Hari memang telah berganti tanpa henti, zaman juga telah berubah seiring waktu, sekeliling kita juga sudah berubah contohnya tembok rumah yang sudah dua tahun tidak di cat pun memudar warnanya. Yah, semua berubah karena hidup memang bagian dari perubahan. Tidak ada yang tetap bahkan rasa sayangmu pada seseorang pun mungkin berkurang kadarnya entah karena jarang komunikasi atau telah jatuh hati dengan yang lain. Emosi kita pun berkembang sesuai dengan pertambahan usia. Lambat laun kepercayaan pun memudar, kita tidak lagi percaya dengan kebaikan seseorang karena zaman telah menggerus orang-orang baik dan tulus dengan keserakahan uang dan pemuasan nafsu tidak peduli teman, pacar atau saudara. Materi menjadi ukuran kebahagiaan seseorang di zaman sekarang, punya rumah, kendaraan, pasangan hidup, anak, itulah kebahagiaan. Bahkan orang tua kita pun berpikir demikian untuk anaknya, asal sudah menikahkan anaknya dengan pilihan mereka tugas sudah selesai dan tinggal masing-masing anak mengatur hidup mereka kemudian berbakti kepada orang tua masing-masing. Ironis memang.  Sekarang banyak dijumpai manusia yang sangat individualis, apa-apa mau sendiri tidak butuh orang lain bahkan tetangga pun sepertinya tidak dibutuhkan, kebanyakan keadaan seperti ini banyak dijumpai diperkotaan yang rutinitas hariannya sangat padat dan susah waktu untuk saling berinteraksi kecuali lewat dunia maya setiap detik pun sudah menjadi kewajiban untuk meng-update statusnya.

Ini yang menimbulkan rasa kecurigaan makin tinggi, asal ketemu orang asing dianggap jahat. Wajar memang karena dikota rawan dengan kejahatan. Teman dekatpun hari gini dalam sekejap bisa menjadi musuh, serigala berbulu domba, atau pacar juga bisa hanya mengincar harta bukan karena menjalani hubungan dengan komitmen, ketulusan dan kerelaan. Dibalik itu semua tetaplah berpikir positif, saya percaya didunia ini masih banyak orang baik disadari ataupun tidak. Jika kita baik maka kebaikan akan kembali kepada kita jadi banyak-banyaklah berbuat baik. Kejadian ini baru saya alami beberapa jam yang lalu. Saya mencari alamat di daerah antapani, Bandung. Sepuluh kali saya berputar-putar, sepuluh kali saya bertanya kepada bermacam-macam jenis orang dengan profesi yang berbeda, ada tukang parkir, tukang tongkrong, tukang warung, tukang baso, tukang nasi goreng, tukang jus, pak rt, pekerja kantor, tukang pulsa, anak sekolah saya tanya dengan kerendahan hati dan mereka sangat ramah bahkan menunjukkan petunjuk-petunjuk jalan yang benar meski ada yang kejauhan sedikit hingga saya harus memutar kembali tujuan jalannya. Pas ketemu ternyata alamatnya sudah pindah, jengkel memang dan agak sedikit frustasi tapi ya sudahlah anggap ini pengembaraan kayak ayu ting-ting, dimana-dimana-dimana ha-ha-ha.

Setelah saya renungkan, memang orang baik masih banyak menghuni bumi ini kok, hanya saja ketakutan kita lah penyebab orang-orang tampak menjadi tidak baik. Wajar, sangat wajar waspada karena kita tidak mau mengambil resiko. Ya harus bijaksana saja dalam mengenal ataupun berbicara dengan orang asing, kalau gelagatnya atau ada feeling gak baik mending tidak usah sampai ngobrol ataupun dekat-dekat dalam berinteraksi. Terkadang bersikap ramah memang sangat menyenangkan namun jangan menjadikan keramahan itu sebagai objek kejahatan. Saya suka lelaki yang ramah tapi kalau terlalu ramah kepada semua wanita itu pun saya tidak suka lol ;p


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: