niasmeiman


SEORANG PEMIMPIN YANG BAIK
Desember 2, 2011, 3:19 pm
Filed under: Uncategorized

BAB I

PENDAHULUAN

Dalam suatu kepemimpinan seorang hamba Tuhan,penulis membahas tentang  bagaimana seorang hamba Tuhan itu memimpin jemaat yang  lebih baik.di dalam kepemimpinan seorang hamba Tuhan  banyak hal  atau cobaan yang dialami baik dalam pelayanan maupun dalam situasi apapun ,penulis juga berpendapat bahwa kita sebagai seorang hamba Tuhan harus kita ketahui cara-cara memimpin jemaat yang lebih baik.

Manusia harus kembali kepada Allah di dalam Yesus Kristus dan menjadi manusia baru untuk untuk hidup kembali dalam segala berkatNya yang berkelimpahan,Tuhan Yesus memanggil kepada tiap orang “ Ikutlah Aku maka Aku akan menjadikan kamu penjala orang ( Mat 4:19) Tuhan Yesus saja yang berkuasa untuk member pekerjaan kepada orang yang percaya kepadaNya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

SEORANG PEMIMPIN  MENCIPTAKAN PERUBAHAN YANG

POSITIF

            Mengubah pemimpin,mengubah organisasi. Segala hal bangkit dan jatuh karena kepemimpinan! Walaupun demikian,saya telah mendapatkan bahwa tidak mudah mengubah pemimpin.pada kenyataanya,saya telah mengetahui bahwa pemimpin menolak perubahan sama seperti  pengikut.Akibatnya? pemimpin yang tidak berubah sama dengan organisasi yang tidak berubah.

  1. a.      Profil Seorang Pemimpin Dalam kesulitan

Diperhatikan bahwa dari dua belas titik kesulitan yang didafatar dibawah ini,lima di antaranya berkaitan dengan tidak adanya kemauan untuk berubah.ini akan mendatangkan kesulitan bagi organisasi yaitu :

  1. Punya pemahaman yang buruk atas orang lain
  2. Punya masalah pribadi
  3. Mengalihkan tanggung jawab
  4. Merasa aman dan puas
  5. Kurang imajinasi
  6. Tidak terorganisasi
  7. Mudah meledak kemarahannya
  8. Tidak mau mengambil resiko
  9. Merasa tidak aman
  10. Tidak punya semangat tim
  11. Melawan perubahan
  12. Tidak mau bersikap lentur

Menurut Niccolo Machiavelli “ tidak ada yang lebih sulit untuk ditangani ,lebih berbahaya untuk dilakukan atau lebih pasti dalam keberhasilannya,daripada memimpin dan memperkenalkan tatanan baru hal apapun”.

Tatanan hal yang pertama untuk diubah adalah diri kit,pemimpin setelah saya memikirkan betapa sulit mengubah diri sendiri ,penulis akan memahami berusaha mengubah orang lain.inilah ujian terpenting kepemimpinan.

  1. .Pemimpin Adalah Merupakan Sarana Perubahan

Pemimpin secara pribadi berubah dan memahami perbedaan  antara perubahan baru dan perubahan yang diperlukan,maka pemimpin itu harus menjadi sarana perubahan. Di dunia yang penuh dengan perubahan cepat dan ketidaksinambungan,pemimpin harus berada didepan untuk mendorong perubahan dan pertumbuhan jemaat serta menunjukkan jalan untuk mendatangkannya.

  1. c.       Pemimpin Harus Mengembangkan Kepercayaan Dengan orang Lain

Merupakan hal hebat sekali kalau orang percaya kepada pemimpin. Lebih hebat lagi kalau pemimpin percaya kepada pengikutnya. Kalau keduanya merupakan realitas,kepercayaan akan menjadi hasilnya. Semakin besar kepercayaan orang kepada pemimpin,semakin bersedia pula mereka menerima perubahan yang diusulkan oleh pemimpin. Warren Bennist dan Bert Nanus mengatakan bahwa “ kepercayaan adalah Lem emosional yang merekatkan pengikut dan pemimpin menjadi satu “ Abraham Lincoln berkata “ kalau anda merebut hati seseorang agar mendukung perjuangan anda,mula-mula yakinkan dia bahwa anda sahabatnya yang sejati.[1]

  

BAB III

KEPRIBADIAN PELAYANAN TUHAN

Untuk menjadi seorang pelayanan Tuhan atau pembela siding yang baik turutama sekali [2]kita harus mempunyai kepribadian pelayan Tuhan “hati,kepala,lidah dan seluruh gerak-gerik hidup kita menujuk bahwa benar kita adalah seorang  murid Tuhan yang mengiringi Kristus dan melayani Dia dalam pekerjaanNya yang mulia dalam dunia. Dalam pekerjaan duniawi hanya diperlukan “kecakapan”saja, kalau kita mempunyai “pengetahuan”dan”pengalaman “ dalam sesuatu pekerjaan tertentu,maka dalam hal itulah kita dipakai dan terpuji. Soal kepribadian tidak menjadi factor yang penting,itu sebabnya ada banyak orang yang cakap dan pintar tetapi dalam kecakapannya  dan kepintarannya Tuhan tidak dipermuliaakan sesama Manusia tidak diselamatkan. Lain sekali dengan seorang pelayan Tuhan, yaitu seorang yang melayani pekerjaan Tuhan. Bukan saja ia harus menpunyai pengetahuan dan kecakapan dalam pekerjaan yang ia jalankan,tetapi dibelakang tugasnya itu adalah seluruh kepribadiaannya.

Sebagai seorang pelayan Tuhan baiklah engkau menguji dirimu sendiri dengan Firman Tuhan,bagi Tuhan adalah terpenting hati kita yang sungguh cinta kepadaNya. Jika hati kita penuh dengan Tuhan,maka Rohulkudus ada didalam kita dan Ialah yang membentuk kepribadiaan kita menjadi “pelayanan Tuhan’yang sejati. Dengan kepribadian rohani dan manis itu, kita menjadi saluran berkat dimana saja kita berada, sehingga genaplah firman Tuhan bahwa kita adalah Garam dan terang Dunia ini ( Mat 5:13-16)

Perhatikanlah sekarang apa yang Tuhan Yesus terangkan tentang kepribadian seorang Hamba Tuhan.

 

 

  1. a.      Rendah Hati

Jangan angkuh sombong tinggi diri, congkat karena keadaan yang lebih baik dari orang lain,tetapi akuilah bahwa apa yang engkau ada dan punya  semuanya itu adalah Anugerah Tuhan saja. Pengakuan dan keyakinan ini akan mendorong engakau selalu untuk mengucap syukur dan menyembah Tuhan dengan hati yang rendah.

  1. b.      Hancur Hati

Turut berduka dengan orang yang berduka. Turut susah dengan orang yang susah. Jangan senang saja sedang lain orang menderita tetapi  harus engkau memperhatikan  nasib celaka sesamamu manusia,lalu berdoa dengan hati yang hancur dan berusaha dengan perbuatan yang  nyata untuk membawa mereka kepada terang dan jalan Tuhan.

  1. c.       Lembut Hati

Jangan kasar dank eras hati. Jangan kejam dan kepala batu. Tak boleh membenci sampai mengkhianati atau membunuh sesamamu. Tetapi selalu harus berlaku sabar dan ramah dengan sekalian orang.

  1. d.      Lapar dan Haus akan Kebenaran

Selain merindu akan Firman Tuhan yang menjadi terang dan pedoman hidup kita yang satu-satunya, mendengar dan membaca dan memperhatikan segala Firman Tuhan yang murni.

  1. e.       Menaruh Kasihan

Jangan ingat kepentingan sendiri saja atau mengasihi  diri sendiri saja,tetapi ingatlah kepentingan orang lain.,disekitarmu ada banyak orang hidup dalam kemiskinan,dalam kesakitan,ketindisan dan kegelapan dosa, oleh karena mereka tidak kenal kepada Tuhan, yaitu Allah Bapak yang maha baik  sumber segala berkat. Kasihilah mereka itu dan layanilah mereka dengan injil Tuhan.

  1. f.       Suci Hati

Mulai engkau membuka mata dari tidur,mengucapa syukur kepada Tuhan Yesus, mintalah pimpinanNya sepanjang hari itu supaya selalu dapat memandang Dia. Hanya orang yang berjalan dengan iman dan bukan dengan penglihatan yaitu orang yang memandang kepada Yesus Kristus saja dapat memilki hati yang suci dan bersih. Dari sumber hati yang bersih mengalirlah dari segala berkat  Tuhan.

  1. g.      Damai Hati

Tenang, Tentram,damai dan suka rukun dengan semua orang itulah sifat anak Tuhan yang berdiri didalam kebenaran Kristus, Yesus Kristus yang tidak kenal dosa telah dijadikan dosa karenan kita , supaya kita yang berdosa bias dijadikan kebenaran Allah [3]didalam Dia.

 

JADILAH PEMIMPIN YANG BERTANGGUNG JAWAB

Bab IV

  1. a.      Tanggung Jawab

Didalam usaha apa pun,pemimpinyalah yang bertanggung jawab atas keberhasilan atau kegagalan  misinya. Tetapi betapa sulitnya bagi sebagian besar para pemimpin untuk bertanggung jawab apa yang atas terjadi di dalam organisasi mereka.

  1. b.      Motivasi dan semangat Juang

Marilah kita memikirkan sebentar bagaimana peristiwa itu berhubungan dengan motivasi dan semangat juang. Sekolompok orang merasa bahwa pemimpin mewreka tidak melaksanakan tugasnya dengan baik tidak sepenuhnya merasa bertanggung jawab atas apa yang terjadi didalam usaha tersebut,maka para anggotanya sering menjadi kecewa,sinis atau takut. Kalau mereka merasa semakin tidak puas dengan kepemimpinannya maka motivasi dan semangat juang mereka akan menurun.penulis menjelaskan bahwa seorang hamba Tuhan itu memimpin jemaatnya yang lebih baik dan penuh tanggung jawab yang sepenuhnya.

 

  1. c.       Menerima Tanggung Jawab

Penerapannya sederhana. Bilamana saya tergoda untuk menuruti tipu muslihat  hati saya yang menipu itu,saya dapat secara langsung dan dengan berani menghadapinya, dan kemudian mengalahkannya dengan kekuatan Tuhan. Jika saya bertanggung jawab untuk sesuatu yang berjalan serba salah, seorang hamba Tuhan itu harus mengakui bahwa dia bertanggung jawab dan memperbaikinya.

Seorang pemimpin  harus bertanggung jawab dalam banyak bidang. Salomo menyebutkan liama hal yang merupakan tanggung jawab seorang pemimpin sbb:

  1. Menegur atau mengoreksi. Pemimpin bertanggung jawab untuk menegur dosa rekan sejawatnya atau memperbaiki serangkaian tindakan yang salah yang dilakukan bawahannya. Salomo berkata “ siapa menegur orang akan kemudian lebih disayangi daripada orang yang menjilat”(Amsal 28:23).
  2. Bertindak dengan tegas. Jika tiba kesempatan besar, pemimpin bertanggung jawab untuk bertindak  dengan tegas. (Amsal 24:1-12).
  3. Mendengarkan kritik. Pemimpin betanggung jawab untuk mendengarkan kritik dari rekan-rekannya. “siapa mengindahkan teguran adalah bijak “(Amsal 15:5) “tetapi siapa yang benci teguran akan mati”((Amsal 15:10).
  4. Bersikaplah jujur. Pemimpin bertanggung jawab untuk menjaga  agar setiap hal terbuka dan jujur.jika para pemimpin tidak jujur, tipuan mereka akan segera terungkap  dan semangat juang dan motivasi orang orang akan menurun.
  5. Bersikaplah adil. Pemimpin bertanggung jawab untuk bertindak adil terhadap bawahannya..[4]

 

 

TEKAD SEORANG PENGGEMBALAAN

‘untuk menjadi orang yang berguna bagi Tuhan” (II Tim 2:22)

Banyak orang senang menjadi pekerja yang berguna ,namun tidak mengerti caranya. Dibawah ini disebutkan beberapa hal yang membantu kearah itu, tetapi yang terpenting adalah apakah ia sendiri dapat menjalankannya.

  1. Memumpanyai titik pusat atau tujuan dalam kehidupan yang bersifat luhur  dan sesuai dengan tujuan Tuhan.setelah mempunyai tujuan,harus pula setia,(II Tim 4:15). Maka tujuan hamba Tuhan yang terbesar dan terbaik ialah apa yang dikehendaki Kristus bagi dia  untuk memperolehnya atau “Meninggikan Yesus,Menyelamatkan Jiwa”

Seorang ahli ilmu jiwa pernah berkat “apabila motif seseorang untuk menyerahkan diri menjadi hamba Tuhan adalah sebagai suatu kompesansi,demi memuaskan keinginan menjadi pemimpin yang tidak diperoleh dalam dunia dan mengimbangin perasaan bersalah dalam hati nurani,akibatnya ialah dirinya dijadikan sebagai pusat dan tujuannya.

  1. Semata bersandar akan anugerah Allah untuk mengatasi segala  kesulitan dan rintangan di dalam kehidupannya. Paulus berkata “Sekarang aku menjadi sebagaimana aku ada ini hanya berdasarkan anugerah Allah”(I Kor.15-10).
  2. Bertekad menaati pengaturan Tuhan.

Senantiasa mengatakan “Ya” terhadap kehendak Tuhan,dan mengatak “Tidak” terhadap angan-angan diri sendiri. Tuhan Yesus taat sepenuhnya akan kehendak Bapak-Nya (Fil 2:8).

  1. Doa yang berlatih sebagai senjata

Bertekad dengan doa mengalahkan kesukaran dan musuh, bukan dengan perbuatan atau kekuatiran ,dalam Alkitab pahlawan-pahlawan yang menggunakan doa sebagai senjata,tak terhitung banyaknya .

  1. Giat belajar dan melaksanakan firman Tuhan.

Tuhan Yesus sendiri giat belajar Firman  Tuhan (Luk 2:46).

  1. Menganggap jiwa-jiwa yang tersesat sebagai suatu hal yang sangat penting, sehingga dengan segenap tenaga memberitakan injil .
  2. Mempunyai kepercayaan terhadap diri sendiri dan berharap akan hasilnya. (Yes 55:11)
  3. Harus mendapat urapan Rohkudus,[5]

 

 

KESIMPULAN PENULIS MEgambil kesimpulan bahwa setiap hamba Tuhan itu punya tanggung jawab yang besar dan selalu mengembangkan kepekaan suara hatinya untuk memahami orang lain dan perlu menetapkan kecenderungan atau orientasi utama dari  dirinya terhadap orang lain, dengan siap senantiasa untuk membangun hal yang positf bagi orang lain yang ada di sekitarnya.

Hamba Tuhan selalu berpikir yang positif terhadap tugas dan tanggung jawab yang diberikan Tuhan kepadanya.dan selalu mengembangkan hal-hal yang baik,misalnya jujur,tidak sombong,tidak egois,rendah hati,punya kasih,suka menolng orang lain dan lain-lain.

 

 

Pustaka

.Peter Wongso,Theologi Penggembalaan,Seminar Alkitab Asia TenggaraMalang,tahun 200

Leroy Eims,12 ciri kepemimpinan yang bertanggung jawab,Yayasan Kalam Hidup bandung

John C.Maxwell.Pengembangan Kepemimpinan Didalam diri anda,Bina Aksara,tahun 1995.

 

Dr.H L. Senduk,Pelayan Tuhan,Yayasan Bethel

 


[1][1] John C.Maxwell.Pengembangan Kepemimpinan Didalam diri anda,Bina Aksara,tahun 1995.hal 51.

[2][2] Dr.H L. Senduk,Pelayan Tuhan,Yayasan Bethel,hal 1.

[3] ibid

[4][4] Leroy Eims,12 ciri kepemimpinan yang bertanggung jawab,Yayasan Kalam Hidup bandung,hal 11.

[5] .Peter Wongso,Theologi Penggembalaan,Seminar Alkitab Asia Tenggara Malang,tahun 2001,hal 4.


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: